banyak yang bertanya pada saya kok belum punya anak?, kok masih bisa senyum? kok masih santai aja sih padahal sudah lama menikah? kok gak panik? kok gak usaha?
masyaAllah saya hampir bosan tiap ada orang yang menanyakan hal begitu pada saya, tapi semua orang berhak berbicara, jadi saya tidak masukkan dalam hati saja jika ada yang menanyakan hal begitu.
saya dan suami menikah di pertengahan tahun 2018 sampai di tahun 2020 ini qodarullah Allah belum memberikan kami momongan. lantas apakah kalau di suruh memilih saya memilih ini? tentu tidak. setiap pasangan suami istri tentu mengharapkan agar Allah berikan keturunan, tapi ya balik lagi bahwa sejatinya anak adalah hak Allah bukan hak kita. tapi meski begitu apakah kami tidak pernah usaha dan berdo'a? sudah bolak balik ke dokter kok tapi memang belum berhasil. berdo'a juga sudah ya, tiap habis sholat maghrib kami sempatkan membaca surat maryam ayat 1-11. so jangan bilang kami tidak usaha dan do'a lagi ya.
"alhamdulillah" saya selalu bersyukur di tengah-tengah banyaknya orang yang menanyakan kapan hamil? kok belum hamil? sudah keduluan itu yang baru nikah saja sudah hamil. ternyata Allah kirimkan suami yang masyaAllah sabarnya pada saya. sampai pada suatu ketika saya menanyakan pada suami "kamu beli stok sabar di mana sih mas?" belinya di Allah dek bayarnya pakai doa. karena memang usaha dan do'a harus maksimal tapi tawakkal dan ikhlas tetap harus di pupuk dari sini kita bisa menerima takdir yang Allah gariskan untuk kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar